Beberapa watu yang lalu tepatnya di kampus, ada salah satu temenku yang entah kenapa berujar gini "udahlah jangan kebanykan gaya" somehow make me confuse, lah ni anak kenapa ya kok bisa bisanya dia ngomong gitu "dalam benakku" dan ya waktu itu sih aku kan gak terlalu kepoan orangnya, yaudah percakapan itu berakhir sampai disitu saja tanpa aku pertanyakan maksud mu ngomong gitu apa hem, dan ya baru sekarang inilah aku terpikir kenapa ya? apa ada yang salah dengan penampilan/style ngampus ku? apa perkataanku terlalu tinggi atau berat sehingga mereka berujar seperti itu, atau apa mereka mybe menyepelekan perkataanku yang seakan akan tidak bisa terrealisasikan? mau tanya sekarang ke orang nya, yaelah dari kapan tau dia dah lupa kali huft...
Kenapa aku memutuskan untuk nulis dengan tema ini soalnya gak cuman 1 orang aja yang bilang gitu men, ada lebih bahkan. Balik lagi aku gak bosan-bosannya untuk intropeksi diri, sebenarnya orang-orang ngelihat aku kekgimana sih? ya walau ku tau penilaian manusia bukanlah hal yang penting-penting amat, tapi aku sebagai manuisa pengen tau aja, yang buruk akan aku usahain untuk merubahnya dengan cara menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya, dan yang baik gimana caranya mesti di pertahanin namun, tidak untuk membuat diri bangga/sombong jadi begeto tapi, jujur men aku kurang terima gitu kalau mereka bilang aku kebanyakan gaya, kebanyakan ngemeng lah, nyepelein aku yang perlu berkembanglah, hallo men mu pikir dirimu itu udah kecakepan bener apa, udah iyaan kali apa? huft asli emosi aku memuncak saat aku memikirkan itu, aku heran kenapa orang-orang gampangan amat ya ngejudge orang lain, menilai orang lain dengan semena-mena gitu? ngeremehi orang, ngerasa dia paling bener, paling bagus, hm rasanya nusuk gitu men ke sanubari ahela :( sorry ya alay tapi coba deh kamu di gituin pasti sebel gitu :/ huhu. Saat itu aku emang belum mikir yang aneh-aneh sampai jauh gitu belum, aku emang ngalamin tahap dewasa yang terbilang lambat dari anak-anak seusiaku pada umumnya, entahla kenapa? aku doyan leha-lehaan gitu dalam comfert zone dan ya sama sikap cuek nya aku yang ngebuat aku merasa semua bodo amat, baru sekarang inilah aku berfikir eh aku dulu kok dodol kali ya, eh meng kamu di semena-menakan, diremehin sama orang-orang dan kamu cuman bisa diam aja gak berani speak up? ok aku mencoba untuk sabar dalam menulis ini. Aku tau sikap di remehin oleh orang-orang adalah hal yang lumrah terjadi didalam diri sebagian manusia tapi, melalui tulisan ini aku sekarang mencoba memberanikan diri untuk speak up, mana yang nggak aku terima, dan terima, mana yang salah dan benar dalam segala hal apapun itu aku akan belajar dan memberanikan diri untuk terus speak up, sebenernya aku menjadi pribadi yang seperti ini tidak terlepas dari seorang wanita yang sangat inspiratif tidak hanya itu beliau yang berparas cantik juga cerdas membuat ku kagum, ya jadi tertularlah virus-virus speak up ala dia hihi.
Kebanyakan gaya ini versi mean nya banyak, ada yg melihat dari segi fashion style, ada yang melihat nya dari gaya seseorang ketika berbicara, gaya body language seseorang etc. Aku mau bahas yang style fashion sama gaya berbicara nya seseorang. Imo kebanyakan style/gaya dalam berbusana/fashion atau berpenampilan itu gak salah sih selama dia mampu dan gak menimbulkan hutang sono-sini ya balik lagi ke peribadi orang tersebut tapi, Tuhan mengajarkan kita semua untuk tidak berlebihan dalam segala hal ya, you know what I mean lah. Dalam gaya berbicara, ada seseorang yang emang kalau bicara tu pemilihan kosa-kata nya yang berat seperti politikus misalnya karna memang meraka terlahir dalam background yang mengharuskan meraka untuk menjadi sepeti itu gpp sih hargai mereka yg terlahir dari kalangan seperti itu, tanpa mereka kita gak tau perkembangan politik sampai saat ini lalu, ada juga seseorang yang gaya bicaranya frontal, juga ada yang gaya bicaranya bahkan terkesan kebanyakan bacot, ya gitulah orang-orang dengan keanekaragaman gaya nya. Apapun itu, jika kita ingin dihargai orang lain maka, kita nya dulu yang harus menghargai orang lain namun, jika prilaku mereka tidak sesuai dengan yang kita inginkan maka saat itu keluarkanlah sikap cuek mu, kalau kamu kesal itu wajar kok asal gak berlebihan, toh ntar dia juga ngerasain apa yg kamu rasakan suatu saat nanti yang penting kita sudah berjalan di jalan yang kita anggap benar.
Aku suka bertanya-tanya sendiri kenapa sih ada sebagian orang yang dengan gampangnya nyepelein omongan orang? toh nantinya terealisasi atau enggaknya itu urusan dia yang ngomong, sama orang yg di janjiinnya kalau terealisasinya juga berimbas ke kalian tapi, kalau nggak, ya udah cukup tau aja berarti yang ngomong itu cuman bisa omdo, selesai. Seperti yang aku bilang tadi, berusahala untuk menjadi manusia yang menghargai manusia lainnya, ya memanusiakan manusia, jangan hanya ingin dihargai sementara ngehargain orang gak mau, eh hello kalau gitu kamu hidup aja sono sendirian di gunung es xixi.
Karena aku pernah ngalamin makanya aku nulis ini buat di jadiin pandangan dan pembelajaran buat kita semua. Ibuku pernah berkata kalau kamu gagal dalam satu bidang harus bisa berhasil dalam bidang yang lain, buktikan ke orang-orang yang nyepelein bahwasanya kamu bisa dan pathkan omongan orang-orang yang suka nyepelein kamu. Mengingat kata-kata nya aku juga jadi semangat karena emang benar, ini semua enggak untuk diratapi tapi ini untuk dijalanin, teruslah melangkah.
Buat orang-orang yang ngatain aku ini itu dan ini aku upakan makasih karena omongan kalian ngebuatku untuk nulis hal ini
Buat ibuku, makasih banyak karena udah menjadi sosok hebat di belakangku selama ini, yang selalu ada saat suka maupun duka, teman sekaligus sahabat setiaku.