Jumat, 10 Mei 2019

Cemilan Berbuka Puasa di bulan Ramadhan

Memasak...
di dapur pasti panas...
takut kena minyak ...
takut tangan kasar...
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Yayayya ujaran di atas sering aku denger dari sebagian orang, bahkan aku juga punya mainset gitu tapi itu dulu, semakin kesini dan semakin tumbuh menjadi perempuan dewasa hal ini buat aku adalah salah satu kegiatan yang menjadi semacam goals life gitu, mungkin bukan hanya aku aja yang ingin pinter masak di dalam hidupnya ada banyak perempuan-perempuan lain di luar sana yang begitu kuat ingin belajar memasak, karena emang mau ngga mau ya harus bisa kan? oiya yang perlu diketahui kegiatan memasak bukan semata hanya dilakukan oleh kaun wanita saja banyak loh kaum pria yang ahli dalam memasak, kalian pasti taulah salah satu chef pria terkenal di INA. 
Ok mungkin tulisan kali ini adalah langkah awal ku untuk belajar masak ceilah hihih. Untuk awal-awal ini mungin aku bakal buat yang ringan-ringan dulu seperti cemilan untuk berbuka puasa. Aku bakal buat "Tahu Isi" jadi sebenernya ini adalah resep dari ibuku dan aku ngeraciknya pun masih di kasi tau ibu ehehe oke aku bakal catet bahannya disini. Silahkan di praktekkan.

Bahan A
  1. Minyak goreng secukupnya
  2. Tahu putih
  3. Sayuran kalau aku pakai ( buncis sama wortel) tapi kalau kalian mau pakai toge atau mie suun juga boleh pokoknya sesuai selera kalian masing-masing, oiya kalau untuk takarannya menyesuaikan sama berapa banyak jumlah tahu yang ingin kalian buat.
  4. Tepung segitiga biru (tepung terigu) secukupnya
  5.  Telur 1 btr
Bahan B
  1. Bawang putih 4 siaung
  2. Bawang merah 1 siung
  3. Kunyit 1/2 ruas jari
  4. Garam secukupnya
  5. Merica bubuk seckupnya
  6. Tepung meizena 1 sdm
  7. Air mineral secukupnya
Cara Pembuatan:
  1. Panaskan minyak goreng di wajan penggorengan
  2. Goreng tahu hingga berwarna kecoklatan, setelah dingin potong tahu menjadi dua bagian dan beri irisan untuk memasukkan sayuran ke dalam tahu.
  3. Isian: cuci bersih semua sayuran, untuk wortel kupas kulit arinya, kalau untuk buncis potong dan iris buncis, sementara wortelnya aku parut biar halus dan mudah saat di masukkan ke dalam tahu kemudian haluskan bawang putih 2 siung, garam dan 1/2 ruas jari kunyit setelah itu tumis bahan bumbu yang telah di haluskan sampai berbau harum lalu masukkan semua bahan sayuran, tambahkan sedikit air agar ada sedikit liquid untuk memudahkan dalam proses penggabungan semua bahan.
  4. Next panasakan air lalu masukkan tepung meizena 
  5. Campurkan larutan tepung meizena ke dalam sayuran yang tadinya sudah di tumis 
  6. Aduk hingga rata dan masak, alangkah baiknya jika tingkat kematangan sayuran itu tidak terlalu matang atau overcook baiknnya tingkat kematanagn berada di level medium agar kadar gizi dalam sayuran nya juga tidak berkurang.
  7. Dinginkan sayuran sebelum di masukkan kedalam tahu.
  8. Setelah dingin masukkan sayuran ke dalam tahu.
  9. Untuk lapisan luar/ pelapis tahu: haluskan 1 siung bawang merah, garam dan sisa bawang putih yang kita punya yaitu sebanyak 2 siung, lalu masukkan tepung terigu ke dalam wadah yang telah berisikan bumbu halus tambahkan air secukupnya. Aduk hingga rata dan tercampur.
  10. Selanjutnya masukkan tahu yang sudah diisi tadi ke dalam adonan tepung terigu, goreng hingga berwarna kuning kecoklatan 
  11. Angkat dan siap di hidangkan.

Tahu Isi-isian 













Jumat, 05 April 2019

........Me and My Cats........

Sejak lama aku emang udah seneng sama hewan yang namanya kucing, jadi aku pertama kali punya kucing itu saat aku menginjak bangku SD, aku sendiri udah gak ingat darimana asal kucing tersebut tau-tau ntu kucing udah gede aja bahkan, namanya pun aku lupa xixixi. Jujur aku tidak mengerti defenisi memberi nama untuk kucing-kucing peliharaan atau bahkan hewan-hewan peliharaan, asli aku nggak ngerti jelasnya kenapa, tapi menurutku um supaya mudah ditandai kali ya biar gak ketuker atau supaya cute-cutean aja gitu ahela ehehe. Ok lanjut seingat aku warna kucingnya ada putih-putihnya gitu, dan dia meninggal karena ditabrak mobil saat melintasi suatu jalan di deket rumahku, biasa kucing ras kampung indo emang doyan jalan-jalan, kalau di kekang terus kasian juga gak bisa mencari pasangan, dan merasakan kebebasan sesaat. Hem yaudah la ya sudah menjadi ajalnya kalau dia harus mati dengan cara seperti itu. Kalau kucing pertama ini aku emang gak punya fotonya, gak kepikiran juga untuk motoin dia, dulu konon katanya kucing itu ngga boleh di foto dengan alasanya ntar dia cepet mati, kalian percaya gaksih? Aku pribadi sih nggak soalnya itu hanya mitos u.u jadi kalian sendiri gimana percaya atau nggak? Tulis di kolom komentar yang udah tersedia di kolom bagian bawah ya teman.

Lalu kucing keduaku namanya abang ehe lucu ya namanya, nggak tau kenapa ngasi nama itu dan gak beralasan juga, lebih ke asal-asalan aja sih xixix kalau warnanya a.k.a musang dibilang hitan nggak, dibilang abu-abu juga nggak jadi warna apatu? dia masih tergolong kucing kampung (asli INA), suka aja sama yang INA mungkin karna dia punya postur hidung yang mancung (versi kucing), somehow aku pribadi gak terlalu suka sama kucing yang hidungnya pesek gitu kayak sebagian kucing dengan ras Persia kalau gasalah sih menurutku pribadi, lebih enak aja di pandang kalau kucing yang postur hidungnya ada gitu tapi balik lagi, tetap lah semua makhluk hidup itu pasti ada kelebihan dan kekurangannya termasuk kucing, kalau di kucing kampung  mungkin pada bulunya yang nggak setebal dan sepanjang kucing dari ras Persia atau Anggora, dan sebaliknya postur hidung nya kucing dari sebagian ras Pesia mungkin nggak se mancung postur hidung nya kucing kampung, umm itu menurutku pribadi sih, menurut kalian gimana? Kalian lebih seneng sama kucing dari INA atau dari ras Pesia dan Anggora? Sampai akhirnya umur Abang gak panjang, dia meninggal karena ada luka di kaki sebelah kanan kalau nggak salah, luka nya itu karena lagi-lagi diserang oleh musuh gang sebelah yang takut disaingin dalam mencari betina huft, kami udah melakukan berbagai cara untuk mengobati luka si Abang dan sampai akhirnya entah kenapa luka itu makin parah dan mengakibatkan meninggalnya si AbangL Ooiya inilah secuil kenangan berupa foto dari kucing ku yang bernama Abang, mon maaf kalau fotonya nggak bening atau jernih,lebih ke blur gitu maklumlah kualitas kamera zaman kapan juga.












Kalau kucing ketigaku ada dua nih namanya Mumu dan Bubu, mereka masih dari ras yang sama seperti kucing-kucingku yang sebelumnya, dan anehnya setiap aku punya kucing warna nya itu-itu mulu jadi iya kucingku yang kali ini warnanya hampir mirip sama si Abang kalau di presentasikan sekitar 85% lah kemiripannya. Awalnya mereka berdua ini ditemuin sama ibu aku di depan TPA dekat mesjid di daerah sekitaran rumahku, kasian gitulah kata ibuku yang juga menyukai kucing sejak kecil, dan dari sanalah kami adopsi mereka. Mumu memiliki warna tubuh yg hampir persisi dengan Bubu yaitu keabu-abuan a.k.a musang bedanya, kalau Bubu lebih muda/pucat pigmen warna abu-abunya ketimbang Mumu, tekstur bulunya pun beda kalau Bubu kayak acak-acakan gitu padahal udah di mandiin tapi tetap aja gitu, sementara Mumu tekstur bulunya itu klimis kayak rambut orang yang pakai pomade gitu masa, entahlah ya itu merupakan salah satu keanekaragaman yang telah Tuhan ciptakan. Memelihara kucing tidak hanya memberinya makanan dan minuman tapi juga menjaga kebersihanya mulai dari kuku, bulu, pup pemberian vaksin etc. Salah satu cara untuk menjaga kebersihannya adalah dengan memandikannya 1 bulan sekali atau 2 minggu sekali dengan air biasa atau dengan air yang dihangatkan jangan lupa beri shampo khusus kucing atau shampo buat manusia juga gpp tapi, menurutku lebih bagus yang khusus kucing karena ingrediens nya lebih sesuai gitu. Memotong kuku juga dilakukan agar tidak melukai kita yang memeliharanya, eh iya aku mau nanya nih sama kalian, aku atau kalian juga yang kalau melihara kucing mereka itu suka sekali/hobi sekali menggaruk-garuk sofa atau apapun itu yg bisa di garuk? Kalaun aku iya banget, sampai pinggiran sofa aku tu kena garauk-garuk sama si Mumu dan Bubu ahelah jadi jelek tu sofa busettt. Hal itu lah yang menjadi salah satu suka dukanya memelihara kucing. Balik ke cerita si dua kucing aku Mumu dan Bubu, saat mereka masi kecil seneng gitu ngeliat meraka main berdua, makan berdua, apa-apa berdua sampai suatu ketika si Mumu meninggalkan kami semua dikarenakan seperti keracunan gitu, soalnya pas dia meninggal di mulutnya itu keluar buih putih duhhh, nggak tega liat dia meninggal dengan cara seperti itu, tapi ini semua udah menjadi rencana-Nya kita harus menerimanya dengan ikhlas. Hari demi hari berlalu dan tinggallah seorang kucingku ya, si Bubu. Melihatnya tumbuh dan beranjak dewasa sendiri tanpa Mumu mungkin hal yang wajar jika kita yang memeliharanya menjadi sedih tapi itulah yang harus di jalani. Sampai akhirnya bubu tumbuh dewasa dan menjadi satu-satunya kucing kesayangan kami di keluarga. Seketika dia berubah menjadi kucing yang manja, nyinyir ribut ngeong terus setiap pagi, kami belum sarapan pagi lah dia sarapan duluan karna kami tu gak tahan dengar ngeongan dia yang super nyinyir jadi alhasil kami kasi aja dia sarapan pagi duluan ketimbang kami yang tuan nya. Sampai pernah suatu ketika kami ingin membuangnya kepasar karena sifat nyinyir, bayangin asal kami makan dia ngeong-ngeong, padahal dia udah makan tu tapi masih juga nggak puas haduuuu Bubu alhasil kami buang dia ke pasar. Beberapa hari bersilama tanpa Bubu di rumah rasanya sepi kemudian seperti biasa, pagi ibu kepasar dan melihat si Bubu dengan kaki nya yang kotor hitam-hitam dan juga mulutnya yg kerong-kerong sebab mengais makanan di pasar dan ya, lagi-lagi ibu merasa kasihan sontak saja ibu membawa nya pulang kembali haha.
Bubu juga kucing yang doyan dolanan keluar rumah tapi, kalau gak di kasih keluar dia akan diam di rumah makan lalu tidur. Saat dia sudah sangat dewasa dan matang karena dia adalah kucing jantan jadi wajar mengalami yang namanya masa-masa kucing kawin nah, di saat itulah dia berkelana nggak henti-henti kalau kita kurang dia di rumah siap-siap aja bakalan pusing dengerin ngeongan dia yang gak henti-henti lagian, jika kita ngelarang hewan untuk kawin maka kita, sebagai manuisa yang berdosa yagaksih?  Perjalanan Bubu untuk mencari pasangan tidaklah semulus wajah girlband korea nggak jarang dia di serang oleh kucing lawan yang tentunya tidak ingin tersaingi oleh nya sampai suatu ketika saat pulang kerumah kaki nya menjadi tengkak, atau ada di salah satu bagian badan nya yang luka akibat serangan tadi namun, Bubu tak menyerah begitu saja dia tetap main keluar dan mencari incarannya tadi, sungguh kucing juga sang arjuna pencari pasangan. 
Umur nya yang menginjak 2 tahun ternyata menjadi akhir dari perjalanan hidupnya di dunia ini, Bubu pun menyusul saudaranya Mumu. Dia meninggal sama seperti kucing pertamaku yaitu ketabrak saat sedang melintasi jalan di daerah sekitaran rumahku. Kejadian ini awalnya tidak dilihat langsung oleh ibuku tapi ada salah seorang tetannga yang melihat dan mengabarinya kepada ibuku, keadaan nya berdarah di bagian mulut dan telinga gak tega gitu liatnya. aku yang kala itu tidak di rumah hanya di kabari melalui pesan singkat dan dikirimin foto oleh adikku. Rasanya yang pasti sedih soalnya untuk kesekian kali kehilangan peliharaan yang emang dari kecil udah kita rawat, jaga, dan kasihi. Terkadang ketika aku balik kerumah suka rindu yang biasanya ada dia ngeong minta makan eh sekarang udah emang nggak ada lagi huft ya inilah yang terbaik dan inilah takdirnya. Inilah secuil kenangan berupa foto Bubu saat masih hidup.















Untuk kucing yang satu ini sebenernya bukan totally kucing aku melainkan kucingnya tante aku yang udah kuanggap sebagai kucingku sendiri, namanya Miko. Dia bergander perempuan aneh gak? nama Miko tapi gander perempuan? kalau ibu aku datang kerumah tante manggil Miko dengan sebutan Mikola katanyabiar ada cewek-ceweknya gitu xixix ok jadi ceritanya tuh miko ini waktu kecil pas dilihat bagian vital nya gak jelas gitu seperti memiliki telur namun pas udah besar eh kok gak ada ya dan berhubung nama udah terlanjur melekat di diri kucing itu mmm so yaudahlahya Miko. Dia ini somehow kucing yang tomboy gitu kenapa? Iya dia itu pecicilan gak betah diam, tukang kabur dari jendela dan pintu sama suka gigit gitu asli tomboy. Asal jendela kamar kebuka haa udahlah ibarat ayam yang baru keluar dari sangkar settttttt gitu cepet amat dah larinya nggak pake rem, dah blong kali rem dia haha. Jadi pokoknya kalau kita mau buka pintu liat-liat dulu deh ada dia atau nggak dan juga kalau jendela mau di buka harus tutup pintu kamar gitu, pokoknya bela-belain deh biar dia gak keluar. Kalau udah keluar ha selesai sudah, puaauayah men nangkap nya secara dia gesit amat dah gitu tau-tauan aja kalau mau ditangkap. Ok pintar dia kita harus lebih pintar dan seketika wahh kita muter otak mm kira-kira gimana ya supaya dia terkelabui dan ketangkap? Ummm aha dibuatlah semacam mainan dari lidi dan plastik yang di gunting-gunting lalu diikatkan ke lidi taraaaaa awass kamu mikooooo!! Setelah di coba iya benar dia terkelabui sontak kami langsung nangkap dia, happp Miko :p pokoknya hal yang paling berkesan dari Miko adalah sikap dia yang sering kabur ngebuat orang-orang yang ada di rumah tante menjadi gelagapan cuman karna nyariin dan nangkap dia. Pernah suatu ketika tante aku manggil-manggil dia tapi lah kok ni kucing gak nongol, eet dah tau-taunya ada di atas dekat balkon tau dia ngapain? Yakk molorrr cantik, ahela orang dah panik takutnya dia keluar dan terjadi hal-hal yang nggakn diinginkan eh dia enak-enakan di atas. Begitulah si Miko walau nyusahin tapi tetap gemass sama dia setiap hari abisss tu aku gangguin soalnya geram xixixi, mon maaf Miko :p si Miko juga punya teman main dikala sore namanya Bibol dia kucing mamang penjaga pos di sekitaran daerah rumah tenteku.

Miko gitu-gitu pernah ilang dari rumah loh, berawal dari ada salah seorang anak tetangga yang juga demen sama kucing sampai-sampai di rumahnya itu banyak kucing yang asalnya dari berbagai tempat. Kami terutama tante aku udah curiga dia yang ambil soalnya asal dia lewat di depan rumah itu selalu manggilin nama Miko... Miko... terkesan si anak tersebut menaruh rasa suka dengan Miko,(suka dalam arti ingin memelihara) pokoknya gitu deh dan juga dia sering ngeliat Miko di luar gitu soalnya si Miko juga sering main keluar tapi diawasi ya di ajak keluar supaya dia refreshing layaknya manusia hewan juga butuh refreshing. Waktu berlalu sekitar kurang lebih seminggu lebih tiba-tiba terdengar suara ngeong-ngeong yang cukup keras dipikir cuman kucing tetannga eh setelah sepupuku liat keluar tau-taunya Miko sontak langsung keluar dan menggendong Miko dengan keadaan bulunya yang lusuh. Gimana caranya Miko sampai bisa menemukan rumah tante ku ya? Apa dia menegdus-endus lalu mengikuti bau khas orang-orang rumah sampai akhirnya menemukan rumah tante atau gimana ya? Umm entahlah.

Kecurigaan kami terbukti setelah ada juga tetangga yang kehilangan kucing dan melihat kucing dia ada di halaman rumah si anak tersebut. Langsung dia kesana dan mendapati begitu banyak kucing yang dia simpan dirumahnya ampunnn deh. Ini dia si Miko dalam foto
Hallo aku Bibol