Mari kita
mulai dari kata yourself, kenapa? Karena
kata ini sering sekali di salah artikan oleh sebagian orang dan ya sebagian
orang melihat kata ini atau menilainya hanya berdasarkan dari satu sisi padahal
the meaning of be yourself cukup lah luas.
Menjadi diri sendiri......
Menerima
apa adanya dirimu, baik itu sifat, kegemaran dan yah about yourself, dirimu
sendiri. namun jika di lihat dari satu sisi rasanya kita kurang kritis dalam
menyikapi ungkapan tersebut karna disisi lain ada sebagian orang nih dia itu
memiliki kepribadian, kebiasaan yang bisa di katakan buruk misalnya dia itu
sering bangun kesiangan, terus dia ini orangnya gampang emosian, gampang
tersinggung dan susah menerima masukan dari orang lain padahal masukan itu baik
untuk dirinya, namun iya tetap kekeh mempertahankan sifat dan sikapnya, nah
dari uraian contoh di atas masih bisa kah kita mempertahankan kalimat be yourself tadi? Ya tentu tidak lah, maka dari
itu sebenernya kata be yourself itu
tidak semata-mata membuatmu untuk menerima dengan pure segala hal tentang
dirimu, kebiasan buruk, sifat buruk, pola pemikiran yg buruk dari dirimu
tentunya hal itu lah yang mesti di rubah, agar kualitas dan karakter dirimu
lebih baik lagi kedepannya. Karna tantangan di masa depan akan menuntut hal
yang membuat mu mempertanyakan sampai di mana sih kualitas diri mu dan ya hal terpenting untuk tetap bertahan hidup di era milenial ini.
Apa
karakter aku emang gini ya? tentu nya ngga sob semua bisa di rubah jika kita niat.
Jika dari kalian semua yang merasa bahwa aku masih seperti ini sekarang, jangan
takut, apalagi minder sob semua belum terlambat, mulai lah dari hal yang paling
kecil maka lambat laun kamu akan terbiasa dan bisa meninggalkan hal yang bad
itu tadi.
Tidak berusaha merubah dirimu menjadi diri orang lain hanya
karna kamu menyukai seseorang atau kamu menggemari seseorang.
Dulu
aku juga ngerasa bingung diriku ini sebenarnya tipikal orang yang memiliki
karakter apa sih? Orang yang memiliki kualitas diri yang udah sampai di mana
sih? Yang suka dengan hal-hal yang seperti apasih, yang punya hobi apasih??
yang banyaklah ya, ini itu dan ini.
Dan
dulu aku tu juga sempet niru-niru gaya ala-ala idola ku gitu, mulai dari cara
dia berbicara, cara berbusana, fashionnya, sampai aku nge googling kayak
profilnya gitu haha, mm sekarang sih masih cuman sudah rada berkurang karna aku
udah overthinking gitulah, and now start thinks thats make me inspired gitu. (duh
bukan curcol yaaah) jst sharing about my experience. Pasti di antara kalian ada
yang merasakan hal yang serupa dengan ku, itu normal kok, itu salah satu dari
tahap menuju kedewasaan dan pencarian jati diri menurutku, kalau kata bg radit
sih namanya alay, tahap menuju kedewasaan haha, ah ya hal ini akan berakhir
dengan sendirinya kok, aku mulai merasakan nya sebab kalian psati bosen dengan
keadaan, bosen dengan effort yang mengharuskan kalian gini misalnya “eh
sekarang lagi ngetrand loh model baju nya syr misal” nah kalian pasti ingin
membelinya namum ada kendala di financial lalu karena ego kepingin tadi muncullah
ibliss pengggoda ssssttttt nyopet saja nyopetttt dan terjadilah hal-hal yg tak
terduga-duga, cuman gara-gara ingin beli barang yang seperti punyanya si idola
kalian tadi, duh itu hal yg apa ya it`s so bad men kalau menurut ku sih itu terlalu fanatik, tapi jangan sampailah kita
seperti itu karna resikonya besar juga, nah in the time setelah byk
kejadian-kejadian yg gak mengenakkan menurut kalian dan membuat stalk dari situ
kalian pasti lambat-laun akan berfikir lagi kok aku gini ya, kok lifestyle aku
se maksa ini ya? Sebagian diantara kalian pasti menanyakan hal-hal semacam itu
di dalam benak kalian, nah dari situlah nanti step by step kalian bakal
menemukan hal-hal yg sebenernya pada menjadi diri kalian. Oleh karenanya jika
ingin membeli sesuatu, belilah sesuai kebutuhan, kemampuan dan kepantasan bukan
sesuai dengan keinginan saja, usahakan tiada nyesal kemudian pikirkan
mateng-mateng segala hal sebelum melakukan tindakan.
Jika
diantara kalian ada yang beranggapan eh aku kepingin cantik juga kayak dia,
supaya doi liatin misalnya ya. Jadi gini sob cantik itu relatif, seperti kata
orang-orang, ya itu bener. Namun ketahuilah terkadang si doi itu memandang
bukan semata-mata dari fisik aja sob, ada loh bahkan banyak yg memandang itu
dari berbagai aspek. Intinya kecantikan sejati itu bersumber dari dalam diri
kita sendiri atau inner beauty. Untuk menjadi cantik gak harus dengan kita
meniru lifestylle org lain yang memberatkan kita itu namanya maksa tapi,
berupayalah menjadi be your the best self.
Best di sini ngga hanya di mata manusia ya tetapi di Insha Allah di mata Allah
juga.
Next
jika dia suka, dia idola sama someone karna blablaxx terus dia usaha kerja
keras nan halal sana sini pengen punya style clothing kayak someone nya itu
misal, gimana dong? cara nya bener sih dgn bekerja keras tapi, menurut aku dia
kurang kreatif kayaknya sih. Lain hal nya kalau itu menjadikan motifasi buat
dia makin rajin bekerja tentu itu baik, namun tetap aja dia belum meiliki karakter
yg mencerminkan diri dia yang ini akuloh gitu...
Akan
lebih baik lagi jika the people menemukan passion di dalam diri nya sendiri,
karna selain sebagai identitas, ciri khas, karakter dalam diri kita, itu juga berguna
untuk numbuhin semangat yang berguna bagi kelangsungan hidup kedepannya.
Dan yahh cintailah hidup kalian
sendiri bukan kehidupan orang lain, don`t judge a book by this cover, cause wht
you see isn‘t necessarily the reality.
Semoga
postingan aku kali ini bermanfaat walau banyak randomnya hihi, ini sebagian
dari pengalamanku dan sebagian lagi bersumber dari berbagai macam artikel lalu
kata-katanya aku kembangkan lagi, ambil positif nya aja ya, jangan bosan
belajar...